Penyuluhan Tentang Gerakan Keluarga Sadar Obat dalam Penggunaan Antibiotik di Kampung Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi

Permasalahan yang dihadapi adalah warga Kp. Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi masih banyak yang belum mengetahui dan memahami bagaimana cara menggunakan obat antibiotik yang baik benar. Di dalam pemahaman warga selama ini jika sakitnya sudah sembuh maka obat antibiotik tersebut dihentikan konsumsinya. Metode pelaksanaan kegiatan, menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 08 September 2019, dimulai dari pukul 11.00- 13.00 WIB. Kegiatan dilakukan di SDN Sukamahi 02 yang diikuti oleh masyarakat Kp. Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi. Kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner terlebih dahulu, kuesioner ini berisi 10
pertanyaan, yang pertanyaan nya diambil dari materi yang akan disampaikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga masyarakat tentang materi yang akan di sampaikan oleh tim pelaksana, dilanjutkan dengan perkenalan dan penyampaian materi oleh tim pelaksana. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu tingkat pemahaman warga mengenai penggunaan obat antibiotik menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai pre tes dan post test yang mengalami kenaikan. Dengan terlaksannya kegiatan ini diharapkan warga ketika sakit dan mendapatkan obat antibiotik dapat mengkonsumsinya secara benar.

Penyuluhan Tentang Pengelolaan Obat Yang Benar “DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) di De Green Valley RT 003 RW 016 Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi“

Penyuluhan tentang pengelolaan obat yang benar “DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) untuk masyarakat di De Green Valley Rt 003 Rw 016 Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 1 September 2019. Kegiatan ini terdiri dari penjelasan materi tentang pengelolaan obat yang benar, yaitu DAGUSIBU. Metode yang digunakan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan tentang pengelolaan obat yang benar dan dapat menerapkan ilmu DAGUSIBU ketika ada anggota keluarga yang sakit.