Analisis Kadar Natrium dan Kalium Pada Sediaan Infus Elektrolit Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

Penulis Sudrajat Sugiharta, Jubaedah
Publisher Jurnal Inkofar
Nomor ISSN 2581-2920

Sari

Spesifikasi produk sediaan steril harus memenuhi diantaranya adalah nilai pH, penetapan kadar logam serta penampilan. Pengujian kadar logam natrium dan kalium diterima sebagai penanda jaminan kualitas produk sediaan infus dimana penetapannya menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar natrium dan kalium dalam sediaan infus elektrolit (Tutofusin OPS) telah memenuhi spesifikasi atau tidak sebagai bagian dari kualifikasi released produk, metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental penentuan kadar logam natrium dan kalium, pemeriksaan pH, serta penampilan dari tiga nomor bets yang berbeda. Dari hasil pengukuran kadar natrium (mEq/L) didapatkan bets nomor X001 yaitu 96.1 ± 0.35 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 96.72 ± 0.91, sedangkan nilai tertinggi yaitu pada nomor bets X003 sebesar 97.35 ± 0.32, ketiga nomor bets tersebut telah memenuhi spesifikasi yaitu 93.00 – 107.00 mEq/L. Kadar kalium (mEq/L) pada nomor bets X003 yaitu 17.23 ± 0.12 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 17.90 ± 0.18, dan bets X001 17.82 ± 0.01, ketiga bets tersebut telah memenuhi spesifikasi yaitu 16.74– 9.26 mEq/L. Pada nilai pH dari tiap bets didapatkan hasil bets nomor X001 yaitu 6.63 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 6.73, sedangkan nilai tertinggi pada nomor bets X003 sebesar 6.74. ketiga bets telah memenuhi spesifikasi yaitu 6.60 – 7.00. Sedangkan untuk hasil penampilan dari tiga bets yang berbeda didapatkan larutan jernih tidak berwarna serta bebas partikel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga parameter tersebut menunjukkan kadar natrium dan kalium, nilai pH serta penampilan pada sediaan infus elektrolit tersebut telah memenuhi spesifikasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

 

Badan POM, 2010. Farmakope Indonesia Edisi Ke III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Badan POM. Jakarta.

Badan POM, 2014. Farmakope Indonesia Edisi Ke V, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Badan POM. Jakarta.

Badithala, S.S. Kiran, dan Sundarajan, 2018. Method Development and Validation for the Estimation of Natrium Metal Content in Pantoprazole Natrium by Atomic Absorption Spectrophotometer. Jurnal IOSR-JPBS 13(2).

Darsono.F, 2013. Formulasi Sediaan Steril Infus Intravena Ringer. Universitas Pancasila. Jakarta.

Dorland N, 2011. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Edisi ke 26. EGC. Jakarta.

Karlina A.T, F.Y Nonci, Haeria, dan A.H. Elmagboul. 2018. Analisis Kandungan Mineral Natrium, Kalium Dan Kalsium Dalam Air Zamzam Kemasan Yang Beredar Di Kota Makassar. UIN Alauddin. Makassar.

Marhani. A, 2016. Futrolit Kridtaloid Infus. Sanbe Farma. Bandung.

Marie. N, C. Verdier, B.L. Bot, dan G. Burgot, 2011. Analysis of Sodium and Potassium in Total Parenteral Nutrition Bags by ICP-MS and ICP-AES: Critical Influence of the Ingredients. American Journal of Analytical Chemistry,(2) page 573-581

Maulidar. N.P, 2018. Penetapan Kadar Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium dalam Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) Betina dan Jantan Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Universitas Sumatera Utara. Medan.

MIMS. Magnesium Klorida [Internet]. MIMS; 2019. Diambil dari: http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Magnesium+Klorida%20target, Diakses 29 Mei 2019.

Novita. D, 2018. Formulasi Teknologi Sediaan Steril. Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah. Tangerang

Nuryanto, R.U.A.Sherwin, dan R.F. Robot , 2015. Rancang Bangun Otomatis Sistem Infus Pasien. Universitas Sam Ratulangi. Manado

Nussbaumer S, Fleury-Souverain S, Bouchoud L, Rudaz S, Bonnabry P, Veuthey JL. 2010 “Determination of Kalium, Natrium, Calcium and Magnesium in Total Parenteral Nutrition Formulations by Capillary Electrophoresis with Contactless Conductivity Detection,” Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, Vol. 53